Remember The New Year's Night
posted by setya mahanani | save in ngeblog, rutinitas | Posted On Januari 01, 2011 at 09:20
Pagi ini, hujan masih rintik-rintik sama seperti air mataku yang juga menitik, karena kebanyakan menguap. Malam tahun baru kemarin saya dan temen-temen se SMP menyambutdatangnya tahun 2011 ini.
Ya kemaren malem,
31 Desember 2010, temen-temen pada datang ke rumah. Acara ini sudah saya siapkan sehari sebelum hari H. Karena bingung cari tempat,
maka saya merelakan rumah saya jadi korban. Eh sebenernya sih bukan di rumah. Tapi di kantor bokap, ga jauh dari rumah, cm 5 menit jalan dari rumah. Inti dari acara ini sebenernya sih makan-makan. Jadi, bapak alias bokap harus

menyiapkan kudapannya yaitu LELE :D. Ya, memanfaatkan
kolam lele di samping rumah.
Lelenya bukan sembarang lele, (bukan juga dumbo ataupun lele
purba, bukan juga lele monster) gedenya aja sebetis anak remaja...normal.
yang di gambar, kebetulan dapet yang kecil, yang asli lebih gede lagi.
Tepat pukul setengah 9 teman-teman berkumpul dulu di rumah.
Tapi karena hujan juga masih rintik-rintik, sama seperti airmataku yang menitik, maka kami menunggu gerimis sedikit
reda untuk segera menuju kantor.
Setelah hujan reda lalu kami kemon ke sana. Tapi kami harus mengusungi berbagai peralatan, seperti rantang, gelas plastik, piring, tikar, gitar, kamera, handycam, payung.
Saya membawanya keluar untuk akhirnya dibawa temen-temen. Lalu mereka pada melongo
Taufik: Ini sebenernya mau kemana sih?
Dewi: Asik makan....
Simon: Ajegile --
Aku: malam ini kita pergi piknik.
Tanpa banyak omong kami langsung mengusungnya menuju kantor.
Di sana, Sigit ijin pulang dulu, gatau kemana.
Paas dia udah balik lagi ke kantor, dia uda bawa barang -gatau namanya- sejenis ketipung.
Saya makin shock! Topek siap-siap keluar pager sambil bawa ketipung, "Mari, kita ngamen dulu". Lalu kalo ga salah Antok bawa tempat untuk bakar-bakar jagung. Pas ditanya buat apa, dy jawab "Ya buat bakar, bakar apa aja kek, katanya mau bakar mercon?"
Kami memulai kegiatan ini. Pertama, temen-temen udah mulai buka lapak tiker di balkon atas. Saya takut mereka nanti makan angin, makanan saya jadi ga laku. Tapi mreka tetep keukeuh.
Mereka langsung menempati tempat masing masing
Deana buka laptop, taufik buka BBM, Antok buka tangan mukul ketipung, Nanta buka jari metik gitar, Dewi buka obrolan dengan Simon, Sigit buka meja pingpong sama saya.
Sebetulnya saya sih ga mau, tapi Sigit udah berapi-api banget sambil nggeret-nggeret saya "Ayo ayo, buka mejanya, udah lama nih ga main. Udah lama liburan ga jadi atlet pingpong lagi di sekolah". Karena lama-lama enek sama bualannya, saya turutin aja maunya dia.
23.22
Tapi ide 'atlet' menarik perhatian kami. Setelah puas pingpongan (sampe kaki saya ketiban meja, saking semangatnya), kami membuka warung instant, Deana, cewek manis ini, memulai aksinya malu-malu. Karena para cowok udah lahap kaya baru makan setelah sepanjang 2010 ini ga perna makan. Akhirnya Deana melancarkan aksinya,
Antok: Udah de ga usah malu-malu
Deana: iya aku ga malu kok
Aku: udah, makan aja deh
deana: Beneran nih? oke deh
Langsung deh dia ambil kepala LELE segede kepalan tangan (sejantung manusia). Tak lupa sambalnya. tak lupa lalapannya. Dan tak lupa dokumentasinya. Antok, Nanta terus ngobrol kaya mesra kaya pasangan homo. Setelah abis,
Deana: Ambil lagi boleh?
Aku: ya boleh dong, terserah.
Antok: aghu dhari thadi hambil-hambil terus khok de, ga phake bhilang-bhilang hehehe (bilangnya sambil ngunyah)
Deana: iya deh
Lagi-lagi ambil kepala lagi.
Aku: kok ambil kepala lagi, kemapa ga yang lain?
Deana: wah aku lebih suka kepala nih, biasanya kalo di rumah saingan sama kucingku hehhehe
Aku: (wah anak ini ya.. cantik-cantik, ckckc. Sangar) aku membatin
1 Januari 2011,tepat pukul 00.00

Awesome!!!
there's so many many many fireworks on the air !
Malam itu langit lebih meriah dari pada malam tahun baru tahuun lalu. Tapi, jalanan lebih padat tahun baru lalu dibanding tahun baru
ini.

Ga mau kalah, kami pun nyumet mercon kami
! Keren! Kami seraasa berada di setting "Meteor Garden" hujan meteor di seluruh langit di semua belahan dunia.02.00
Di luar,karena hujan masih juga rintik-rintik sama seperti air mataku yang juga menitik, air mata temen-
temen juga, maka Dewi dan deana izin pulang, jemputan mereka datang hampir bersamaan. Alhasil tinggal saya cewek
sendiri dan cowok2 yang (masih) sibuk maen laptop di balkon.
Saya pun memutusan untuk tidur di sofa. Dan para lelaki di balkon luar, gatau gimana cara mereka tidur. Saya terbangun beberapa kali, setengah 3, jam 3, saya mendengar suara Nanta
dan ketipung yang lain diem, jam 4, suara Nanta terdengar lagi (ini anak curhat melulu dari tadi). Setengah 5 saya terbangun lagi, karena adzan subuh. Suara-suara tak terdengar lagi. Dasar, pas udah adzan mereka malah baru tidur. Saya pun juga melanjutkan tidur.
06.20
mereka semua bangun, dan membangunkan saya untuk memakai sofanya. Kampret. Akhir pertemuan kami ditutup dengan sarapan pagi dengan nasi kuning dan teh hangat yang dibawakan kakak dari rumah. Tapi simon sok elit banget, ga kebiasaan sarapan yang berat-berat sama ga doyan teh. "Biasanya sarapan pake singkong sama wedhang jahe, dari pada beginian". Ternyata dia lebih memilih sarapan 'ala' warung daripada ala warteg.
Setelahnya, mereka pulang nyetir dengan mata merem mumpung jalanan mlompong.
Di luar, hujan masih rintik-rintik sama dengan mata kami yang terus menitikkan air karena tertimpa rintik hujan.
Akhirnya malam itu menjadi malam penutup tahun yang indah, saya tak hanya di rumah dengan mbak-mbak saya, duduk melihat tipi, dan melihat kembangapi dari atas genteng.
