for what?

posted by setya mahanani | save in , , | Posted On November 27, 2010 at 21:55

yeah, i'm come again (who cares?)
why i made this blog?
I really don't know, raditya dika it's my first inspiration when i was junior high school.
Now, i have no time to posted here.
i have no topics
no people to see this blog
no inspiration
no decorations
no no no no no.
feels like desperate
and one day, i visited my friend's blog rara-almira.blogspot.com. Wow!! Awesome, what i've seen isn't like that i felt. She's decorated harder than me. I know, she's good at IT already. Sometimes he posted in English, maybe it's the cause. I want more visitors, then I'm trying to use English too in this post hehehe. (it's my first post in english). I'm not good at English like her. One of visitor from Aussie and Singapore, it's great for amateur right? for beginner. I know that from her chatbox, then I follow her to add chatbox in here. but, nothing. Still quite!! I have got hit counter too, so i can detect my visitor. but, nothing.
And now, i dont know what I should be.
my site is going down.
That's okay, I have to be patient.
Look, what's going on later.

Story of Boogie

posted by setya mahanani | save in , , | Posted On November 18, 2010 at 16:05

maunya sih ngasih title boogie's story (ikutan kaya judul film toy's story) eh tapi di sini critanya si 'dried snot' tidak hidup ga kayak di toy's story jadi pake judul "1001 story of boogie" "story of boogie".
Banyak banget cerita mengenai boogie ini alias upil. Ada sukanya ada dukanya. Berikut liputannya.

sukanya:
  • bisa dibuat selingan saat menjalin hubungan. Ingat kisah swahili ala raditya dika? kisahnya yang melakukan swahili dengan kekasihnya. Menurut bukunya, Kambing Jantan, swahili adalah pengganti ciuman, yaitu dengan mengupil. Ya seperti 'put the big one'. Cerita selengkapnya baca bukunya aja deh hahaha
  • bisa jadi snack super ringan. ini nyata! hasil dari pengalaman dia saat TK yang suka makan 'boogie' kata dia, "enak, asin, apalagi kalo dapet yang gede dan kering, emmhhh kagak nahhaaaan,................." (selanjutnya gak kutulis, dia ceritanya terlalu bersemangat sih) langsung deh, aku tutup mulutnya pake buku.
  • Bisa dibuat nama orang/ julukan. Ada temenku yang punya nama serupa. Ya gak se'vulgar' namanya, tapi namanya mungkin terinspirasi dari kata 'upil' hehe. Contah 1: saipul=ipul, biasa dipanggil ipul, bukankah kalau diutak atik sedikit menjadi upil? sehingga dia dijuluki upil ipul. Contoh 2: ofal=opal, biasa dipanggil opal atau opel (Jw). Kalo nama yang ini lebih dekat ke arah sasaran! right?! Kalo ditanya soal nama, mungkin para orangtua mereka bakal jawab "saya ga bermaksud memberi nama anak saya yang identik sekali dengan 'boogie', tapi saya yakin kalo anak saya nanti besarnya pasti hobinya suka ngupil, apalagi mereka kan cowok pasti besar tuh kemungkinannya buat sering melakukan hal yang 'senonoh' itu. Tapi apalah arti sebuah nama, yang penting niatan beri nama itu supaya anak saya terhindar dan bebas dari yang kotor-kotor, supaya tetep suci gitu loh."
dukanya:
  • mengotori tembok rumah. Ini karena kelakuan kakak perempuan aku. sukanya naruh upil+belek(kotoran mata) ke tembok kamarnya tiap bangun tidur. Hoek! tembok jadi kayak kena cacar, bernananah (ga usah dibayangin), kuning semua. Katanya "enak, tembokku jadi timbul karena perjuanganku selama ini" dengan berseri-seri.
  • mengotori perabot rumah. Ini hasil obrolan saat istirahat di sekolah. Salah temenku cerita pas dia ke rumah sodaranya. "pas itu aku duduk di sofa, pas lagi ngobrol, tanganku megang bagian bawah kursi. Trus kok rasanya ada yang kasar, aku ambil, aku liat kok kering banget, permen karet juga bukan, trus aku tunjukin ke sodaraku, dia jawab 'hehe, ituuu...... hehe... itu upil aku dek' santai banget jawabnya. Aku coba ngliat bagian bawah sofa. Masya Allah kaya area khusus u***, ckckck"
nah, jadi pesan aku "don't put your boogie anywhere you like it!"

terungkapnya misteri foto 'hantu jembatan'

posted by setya mahanani | save in | Posted On November 10, 2010 at 10:14

tanggal 26 Oktober lalu sekolah mengadakan Kegiatan Tengah Semester (KTS) ke Jatim Park, Malang. Setiap moment pasti ada fotonya kan? hehehe
kebetulan ada salah satu foto dari kameraku yang bikin heboh, yang udah aku tag lewat facebook. Diketahui saat di lab biologi, salah satu temen bilang sambil nyodorakan hapenya "ini sapa kok serem banget" aku jawab "mana sih?"smuanya langsung pengen liat:
A: ih kalo ini ya setan
B: ah masa sih.... ah iya
C: (lari-lari ke arah anak tadi) "ini sih penampakan"
D: hebat banget kameramu, bisa nangkep barang beginian
E: masukin primbon.com aja, biar kita dapet uang :~
ABCDE: wah ide bagus
aku: (cekikikan)

nah pasti kalian bertanya, "emang ga ada gurunya?" "ga aturan banget kelasnya" "lebay deh" "gurunya baik bener"
aslinya sih ada, tapi berhubung pas ada yang lagi presentasi, dan diskusi kelompok, jadinya diskusi hantu. hehe
ini salah satunya foto yang membuat ribut orang satu kelas (bahkan bu vonny, wali kelasku)

terlihat harmonis kan?


lalu mari lihat yang ini




lalu perhatikan dengan cermat yang ini


nah bisa anda simpulkan, ternyata itu hanya rambut dari kuncir ekor kuda dari seorang gadis dan bayangan daun-daun kering di atap jembatan
bukan salah dari kamera saya.

misteri "si jelek jembatan Jatim Park" telah terpecahkan

Bahasa Pengantar Pendidikan Semestinya Bahasa Indonesia

posted by setya mahanani | save in | Posted On November 09, 2010 at 11:50

Artikel ini menarik makanya aku ambil, karena memang seperti inilah yang terjadi sekarang.
Cekidot !

Kompas, Senin 8 November 2010
pp.12
"Bahasa Asing di Sekolah Langgar Undang-Undang"

-Jember, peneliti bahasa, Dr Dendy Sugono, menilai penggunaan bahasa asing sebagai bahasa pengantar pendidikan di sekolah melanggar UUD'45-
"Dalam UUd 1945 sudah jelas bahwa bahasa resmi negara yang digunakan adalah Bahasa Indonesia," kata Dendy seusai menjadi pembicara dalam seminar nasional dan dialog budaya di Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jatim, Sabtu (6/11)
Beliau mengatakan, sejumlah sekolah bertaraf internasional (SBI) dan RSBI menempatkan bahasa asing sebagai bahasa pengantar pendidikan.
"Bukankah hal itu bertentangan dengan Pasal 33 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Pasal 29 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan," ucap mantan Kepala Pusat Bahasa Kementrian
Pendidikan Nasional itu.
Dalam kedua undang-undang teresebut, dia melanjutkan, bahasa pengantar pendidikan nasional adalah bahasa Indonesia sehingga sejumlah SBI dan RSBI seharusnya mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia, bukan bahasa asing seperti bahasa Inggris.
"Penggunaan bahasa asing sebagai bahasa pengantar pendidikan akan mereduksi peran bahasa Indonesia dari dunia keilmuan dan kehidupan masa depan bangsa," (like this :thumbsup:) kata anggota Masyarakat Linguistik Indonesia itu.
Menurutnya, internasionalisasi standar pendidikan di Indonesia hanya sebatas kulit, bukan substansi mutu pendidikan tersebut. *kagak ngerti maksutnya apaan* "Internasionalisasi standar pendidikan seharusnya menyentuh mutu pendidikan dan wawasan para siswanya, tidak sebatas pada penggunaan bahasa asing di sekolah," ucapnya.
Kendati demikian, Pusat Bahasa tidak tidak melarang sekolah mengajarkan bahasa asing. Namun, bahasa Indonesia harus mendapat prioritas utama untuk diajarkan kepada siswa.
Hal senada juga disampaikan budayawan Ayu Sutarto yang menilai bahwa penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan saat ini mengalami pergeseran nilai. (betul, gan!)
"Banyak orangtua berlomba-lomba mendidik anak mereka dengan bahasa asing, tetapi lupa bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang dapat membentuk karakter dan kepribadian bangsa,"tuturnya. MERDEKA!!

Nah, maka dari itu, aku ingin, kalo ntar udah berkeluarga jangan lupakan bahasa persatuan kita seperti yang tertulis di "sumpah pemuda"
aku bangga punya ortu yang mendidik anak-anaknya (seperti saya ini hehe) pake bahasa bangsa, ya bahasa Indonesia, bahasa daerah, Jawa. Juga sering crita wayang-wayang, budaya bangsa, yang ternyata banyak mengandung filosofi hidup (kata bokap). Tak lupa juga mereka menggabungkannya dengan cerita dan budaya luar agar tak katrok nantinya hehe. Supaya ada perbandingan lah. *maaf jadi curhat *.
So, tunjukkan jiwa nasionalisme kita !!!